JustForex Indonesia : Home /Berita Forex /Menguak Wacana Kenaikan Suku Bunga The Fed Bulan Juni Mendatang

Menguak Wacana Kenaikan Suku Bunga The Fed Bulan Juni Mendatang

“To raise or not to raise that’s the dilemma” istilah tersebut memelesetkan quote terkenal dari drama karya Shakespeare, Hamlet, yang memang sangat cocok untuk menggambarkan apa yang sedang terjadi pada Federal Reserve AS belakangan ini terkait dengan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Juni.

The Fed gagal menyediakan petunjuk dalam hasil FOMC-nya pada tanggal 27 April lalu lewat pernyataan pasca rapatnya. Akan tetapi, notulen FOMC April yang dirilis pada tanggal 18 Mei lalu mengungkapkan lebih terperinci bagaimana pandangan para petinggi bank sentral AS tersebut akan kenaikan suku bunga: Menaikkan suku bunga pada bulan Juni akan menjadi kebijakan yang sesuai menurut para komite, demikian yang tertulis dalam risalah rapat tersebut.

Alhasil, pasar yang sebelumnya yakin The Fed masih akan menunjukkan sinyal dovish dengan melihat-lihat kondisi ekonomi global terlebih dahulu sebelum menaikkan suku bunga (berdasarkan dari FOMC dan pernyataan-pernyataan pejabat The Fed sebelum bulan April), seketika berubah haluan 180 derajat dan mengasumsi pernyataan tersebut sebagai sentimen hawkish. Dolar AS yang semula loyo pun langsung bangkit setelahnya.

Dari sini, muncullah pertanyaan-pertanyaan, mengapa The Fed harus segera menaikkan suku bunga? Apa yang dapat disimpulkan dari notulen FOMC tersebut? Berikut ini penjelasannya.

Mengapa Harus Juni?

Menurut catatan yang ditulis oleh John Crudele, penulis kolom ekonomi NY Post, ada beberapa alasan rasional untuk menaikkan suku bunga AS pada bulan Juni:

Perekonomian AS masih layu sejak Resesi Hebat 2007 lalu namun di antaranya, memang ada beberapa periode yang memungkinkan kenaikan suku bunga. Kecuali pada Desember 2015 lalu, The Fed selalu menampik adanya kemungkinan untuk menaikkan suku bunga, hal ini mungkin karena bank sentral tersebut khawatir akan reaksi negatif di pasar saham.
Saat ini The Fed sudah kehabisan amunisi. Ketua The Fed mungkin akan menyangkal hal ini, namun dengan tingkat suku bunga yang masih di dekat nol, The Fed tak bisa lagi menurunkannya apabila perekonomian bertambah buruk.
Menghindari sentimen politik sehubungan dengan masa kampanye pemilihan Presiden AS menjelang Pemilu pada bulan November mendatang.
Mempertimbangkan solidnya ketenagakerjaan AS terutama angka pengangguran yang sudah mencapai 5.0 persen (meski Cruedele mengakui bahwa data tersebut sedikit tidak masuk akal)
Secara umum, seperti yang dulu pernah diungkapkan oleh salah seorang pejabat The Fed, dampak dari tidak menaikkan suku bunga dengan tepat waktu karena mempertimbangkan inflasi, dipandang lebih berbahaya daripada dampak dari menaikkan suku bunga. Inilah kondisi dilematis yang sedang dialami oleh Yellen dan rekan-rekannya saat ini.

Hikmah Dari Notulen FOMC April 2016

Terlepas dari perkiraan-perkiraan tersebut, perlu dicatat bahwa dari hasil voting FOMC April kemarin, ada kesan implisit bahwa The Fed pada intinya khawatir jika kenaikan suku bunga kembali ditunda. Sebagian pejabat Federal Reserve, yang biasanya dovish atau netral pun mendadak mendukung kenaikan suku bunga pada bulan Juni mendatang.

Sebut saja Robert Kaplan, Presiden The Fed untuk wilayah Dallas. Kaplan menyatakan dukungannya terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat meski tetap memperingatkan tentang dampak dari ekonomi dan politik global, salah satunya adalah Brexit.

Selain Kaplan ada juga, Patrick Harker, Presiden The Fed untuk wilayah Philadelphia yang mengkhawatirkan stabilitas perekonomian China. Meski demikian, Harker terap menekankan bahwa dirinya yakin jika The Fed masih bisa menaikkan suku bunganya dua bahkan tiga kali lagi dalam tahun ini. Namun, baik Kaplan maupun Harker, keduanya tak memiliki jatah suara dalam penentuan kebijakan moneter tahun ini.

Data-data ekonomi AS pada umumnya (kecuali inflasi) sudah berjalan sesuai dengan ekspektasi, sehingga, ditakutkan jika tidak segera menaikkan suku bunga maka masyarakat akan bingung terhadap apa yang menjadi sandaran komite sebenarnya dan akan mengikis kepercayaan publik terhadap kredibilitas komite.

Previous post:

Next post: